Malteng, tvberitaindonesianews.com - Dalam rangka Safari Ramadhan yang berlangsung di Musholla Al Ikhsan Tehoru, Kapolsek Tehoru Iptu Affan Slamet memberikan ceramah kamtibmas sesudah shalat Isya berjamaah dan sebelum shalat Tarawih, pada Senin (17/3/2025).
Turut hadir dalam giat tersebut, diantaranya Imam Musholla Al Ikhsan Tehoru Bapak Udhan Iha, Muadzim Musholla Al Ikhsan Tehoru Bapak Ahmad Wala, Kanit Binmas Polsek Tehoru Bripka J. Tubaka, Bhabinkamtibmas Negeri Tehoru Bripka Ishar dan para jemaah Musholla Al Ikhsan Tehoru.
Adapun isi penyampaian dalam giat tersebut, adalah memberikan materi tausiyah dengan tema 'Kita Pandai Bersyukur Atas Nikmat Yang Diberikan Kepada Kita.'
"Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karuania-Nya maka kita bisa hadir di Musholla ini sebagai jemaah Tarawih dalam keadaan sehat wal'afiat," ucapnya.
Kapolsek juga mengatakan setiap orang yang bangun pagi lantas dia beranggapan bahwa Allah tidak punya hak untuk hidupnya itu sangat keliru dan Allah akan memberikan 4 penyakit yang ada dia derita, antara lain (1) Sedih dan Bingung sepanjang waktu, (2) Kesibukan tiada henti, (3) Kebutuhan tidak mencukupi dan (4) Cita-cita dan Angan-angan tidak tercapai.
"Untuk itu patutlah kita pandai bersyukur karena nafas yang kita hirup setiap saat ini sepenuhnya hak milik Allah, kita cuman dapat hak pakai, sebab kalau Allah cabut hak-Nya, kita tidak berdaya," ujarnya.
Iptu Affan menambahkan, pesan kamtibmas yang perlu saya sampaikan adalah saat ini pesta demokrasi Pilkada sudah berakhir, untuk itu apapun perbedaan warna pilihan kita, jangan menyebabkan kita saling bermusuhan, marilah kita bersama untuk menjaga keamanan dan kedamaian dalam Negeri ini.
"Kepada jemaah sekalian mari kita ajarkan kepada generasi muda kita tentang bahaya penggunaan narkoba dan obat-obat terlarang yang bisa menyebabkan hancurnya masa depan anak bangsa, jangan sampai Negeri Tehoru ini cap sebagai Kampung Narkoba," terangnya.
"Marilah kita cegah bersama-sama adanya pemahaman yang menggiring ke arah intoleran, kita cegah adanya pemahaman yang membuat kita bisa terpecah belah dan dihimbau juga kepada jemaah sekalian untuk tidak main hakim sendiri bila terjadi suatu kejadian, karena kita bisa jadi tersangka baru," tutupnya. (Ali)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar